Header Ads

test

KISAH RISKAWATI, ANAK PEDAGANG YANG MENJADI LULUSAN CUMLAUD


Kalabahi, STKIP Muhammadiyah Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) sukses digelar pada 27 November 2021 di Aula Simfony Hotel.

Bukan Sebuah pencapaian mudah ketika anda sebagai mahasiswa yang kemudian diwisudakan dan mencapai predikat Cumlaud , karena dalam pencapaian itu sudah barang tentu membutuhkan proses dan perjuangan yang panjang.

Yah, Ia adalah riskawati seorang wisudawati sarjana strata satu (S1) dari program studi matematika STKIP Muhammadiyah Kalabahi yang berhasil mendapat predikat cumlaude. Hal seperti ini sudah tidak asing kita dengar disetiap pagelaran acara wisuda.

Namun yang menjadi catatan menarik yang perlu kita ambil pelajaran adalah kisah seorang riskawati yang juga merupakan anak seorang pedang yang berhasil menyemai predikat Cumlaude. selain itu, Riska juga merupakan salah satu aktivis organisasi Intra kampus STKIP Muhammadiyah Kalabahi yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Khususnya Kabupaten Alor.

Kisah Insipiratif Dari Anak Seorang Pedagang Yang Sukses Meraih Predikat Cumlaud

Riska Sapaan kesehariannya, ia adalah anak kelahiran Sulawesi yang merupakan anak ke 3 dari 4 bersaudara. sejak kecil, ia sudah memiliki tekad yang sangat kuat dalam dirinya untuk sukses dimasa depan sekalipun kata orang fisik saya tdk sekuat orang-orang, walaupun saya orgnya penakut dan pemalu, namun saya harus melanjutkan harapan kedua orang tua saya untuk menjadi orang sukses.

” Sejak awal saya memilih untuk merantau di Alor bersama keluarga, kami harus memulai segala sesuatunya dari awal karena kondisi ekonomi yang terbilang rumit dan makin memburuk waktu itu. Sehingga orangtua saya memutuskan untuk menyewakan empang, rumah dan sebagainya yang masih sisa untuk dijadikan modal dasar kami merantau ke Alor”.

“Saya melewati masa pendidik mulai dari SD sampai SMP di kampung halaman Sulawesi dan melanjutkan ke tingkat menengah di Madrasah Aliyah Negeri Kalabahi dan berhasil lulus di tahun 2017.

Keseharian Riskawati

“Saya adalah anak yang paling dekat sama orangtua dan tidak pernah berpisah lama. Berbagai kondisi saya jalani bersama orgtua, berjuang saling mendukung satu sama lainnya, seperti jualan dipasar sampai membantu mama untuk urusan rumah. Kesemuanya yang saya lakukan tidak lain adalah untuk mengabdi kepada orangtua yang sudah membesarkan Riska sampai hingga kini Riska menjadi seorang sarjana”.

“Saya teringat hal paling pahit dalam kehidupan sewaktu mau lulus SD ketika itu adalah keluarga dilanda Perseteruan yang cukup hebat, akan tetapi saya dan orang tua masih memilih bertahan di sulsel, tapi setelah mau lulus SMP kondisi ekonomi memburuk hingga akhirnya kami memilih merantau dan memulai semua dri nol”.

“Riska tidak malu menjadi anak pedagang, karena Riska menyaksikan betul betapapun perjuangan orangtua melewati kisah pahit manisnya hidup yang penuh dengan duri dan onak. Orangtua yang Riska sayangi dan cintai harus rela berjam-jam ditempat jualan hayya untuk mengais rezeki demi mendapat sesuap nasi, selain itu harus berkeringat dan mengeluarkan tenaga demi membesarkan Riska".

Sebagai Lulusan Cumlaud

“Setelah Lulus dari MAN Kalabahi, saya bertekad melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan STKIP Muhammadiyah Kalabahi menjadi pilihan Saya karena bagi saya semua perguruan Tinggi adalah sama tergantung kita memenej diri untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi.

Alhamdulillah Saya tidak membayangkan sebelumnya jika saya termasuk salah satu yang lulus dengan predikat cumlaud karena masih banyak teman seperjuangan yang masih lebih baik dan lebih berprestasi. Namun semua ini karena dorangan dan doa dari keluarga terutama kedua orangtua hingga hal ini bisa saya raih. Hal ini pun mungkin bagi sebahagian orang adalah biasa-biasa saja, namun bagi saya adalah hadiah teristimewah bagi orangtua atas semua jerih payah yang telah mereka tumpahkan untuk kesuksesan saya sebagai anaknya dalam mengenyam pendidikan.
bagaimana tidak, ketika lelah seharian bekerjapun, ketika pulang dan menyaksikan saya lagi belajar maka tidak pernah sedikitpun diganggu. inilah hal yang membuat saya bangga sama orangtua saya karena dalam kondisi yang lelah karena keseharian berjualan dan berdagang, tapi masih memikirkan pendidikan saya sebagai seorang anak”.


Pesan Riskawati Si Anak Pedagang

“Saya ingin lagi banyak berkisah tapi ketika mengingat semua perjuangan yang dilakukan oleh orangtua saya, airmata ini terus mengalir tiada henti seolah mengisyaratkan betapa sakitnya perjuangan orangtua. Maka dari itu, saya ingin berpesan kepada semua kawan-kawan yang saat ini masih berjuang di bangku kuliah bahwa tetaplah semangat dalam proses dan perjuangan yang kita lakukan karena dirumah masih ada orangtua yang menanti kesuksesan yang kita raih atas jeripayah yang mereka lakukan demi anak-anaknya.

Tidak ada komentar